PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA BERBASIS KEADILAN GENDER BAGI SISWA SMP DI KABUPATEN SAMOSIR M Oky Fardian Gafari (a*) Rosmaini (b) Wahyu Wiji Astuti (c) Muhammad Hafidz Assalam (d)
Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan, Jalan Willem Iskandar Pasar V Medan Estate
*oky[at]unimed.ac.id
Abstract
Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia merupakan pembelajaran yang berkorelasi dengan perkembangan psikologis peserta didik. Materi bahasa dan sastra Indonesia yang merupakan bagian dari kebudayaan dirancang untuk menstimulus siswa agar memiliki kepekaan kebudayaan dan kemanusiaan yang tinggi. Dalam beberapa kasus, muatan kebudayaan yang muncul justru berbenturan dengan nilai kemanusiaan. Beberapa teks bahasa Indonesia mendemonstrasikan ketidakadilan peran gender, khususnya yang terjadi pada perempuan. Misalnya, deskripsi ibu yang selalu ditempatkan di ruang-ruang domestik, seperti memasak, mencuci, dan menyapu lantai. Sementara itu, sosok ayah menjadi sosok yang selalu dicitrakan bekerja di kantor, berwibawa, dan memiliki ketegasan. Hal ini tentu merugikan perempuan dan berpotensi untuk memupuk wacana ketidakadilan di pikiran siswa.
Artikel ini menyajikan hasil penelitian yang menghasilkan produk berupa bahan ajar mata pelajaran Bahasa Indonesia berbasis keadilan gender bagi siswa SMP di Kabupaten Samosir. Tujuan penelitian adalah 1) Menghasilkan bahan ajar mata pelajaran Bahasa Indonesia berbasis keadilan gender bagi siswa SMP di Kabupaten Samosir, 2) Mengukur validitas bahan ajar mata pelajaran Bahasa Indonesia berbasis keadilan gender bagi siswa SMP di Kabupaten Samosir. Penelitian menggunakan metode pengembangan dengan model ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implementation, Evaluation).
Uji validitas melibatkan ahli materi dan desain. Berdasarkan uji validitas, diperoleh hasil bahwa bahan ajar memperoleh skor rata-rata oleh dua orang validator sebanyak 89,25% pada kategori sangat layak. Adapun uji validitas lanjutan diberlakukan bagi siswa dan guru SMP di Kabupaten Samosir dengan perolehan rata-rata 87,05% pada kategori sangat layak. Uji validasi ini menggunakan teknik angket untuk menjaring data kelayakan bahan ajar berdasarkan penilaian siswa dan guru SMP di Kabupaten Samosir.